Gunakan tindakan korektif, bukti pribadi, dan relasi

Uraikan penyelesaian menjadi tindakan dengan penanggung jawab, lalu simpan bukti dan tautan yang telah diotorisasi.

Uraikan perbaikan menjadi tindakan dengan penanggung jawab, lalu simpan bukti pribadi dan relasi masalah yang jelas.

Sebelum memulai

  • Identifikasi masalah dan hasil korektif yang diharapkan.
  • Pilih penanggung jawab yang berwenang untuk setiap tindakan.
Detail masalah yang menampilkan tindakan korektif, lampiran, bukti, dan catatan terkait.
Tindakan korektif mendukung siklus hidup masalah sekaligus menjaga berkas dan relasi tetap terotorisasi serta dapat ditelusuri.

Lacak tindakan korektif

Buat tindakan dengan pemilik, tanggal jatuh tempo, dan status tertunda, sedang berlangsung, selesai, atau dibatalkan. Tindakan ini mendukung siklus hidup masalah, tetapi tidak menutup masalah secara otomatis.

Lindungi bukti

Lampiran dan bukti penyelesaian adalah berkas pribadi. Pengunduhan memerlukan akses terotorisasi ke instans yang sama; jangan gunakan tautan laporan publik untuk berbagi berkas.

Jelaskan relasi secara eksplisit

Tandai catatan sebagai duplikat atau tautkan catatan yang terkait, disebabkan oleh, menghambat, atau berasal dari catatan tersebut. Arsipkan riwayat yang selesai alih-alih menghapus jejak auditnya.

Langkah demi langkah

  1. Buka detail masalah.
  2. Buat tindakan dengan pemilik, prioritas, dan tanggal jatuh tempo.
  3. Perbarui status tindakan seiring pekerjaan berlangsung.
  4. Unggah hanya bukti pribadi yang diperlukan.
  5. Tautkan duplikat, penyebab, atau penghambat, lalu arsipkan riwayat yang selesai.

Pemeriksaan akhir

  • Setiap tindakan memiliki pemilik yang jelas.
  • Berkas pribadi memerlukan akses ke instans.
  • Relasi menjelaskan arah yang dimaksudkan.
Tips: Menyelesaikan tindakan tidak menutup masalah secara otomatis; lakukan perubahan status formal secara terpisah.